perlahan menjadi
lebih indah,
ketika kita belajar
memperhatikan
hal-hal sederhana
yang selama ini
sering terlewat.
Langit
yang tetap setia
menyapa pagi.
Tawa kecil.
Sapaan hangat.
Atau hati
yang masih mampu
bersyukur.
Begitu pula
dengan manusia.
Saat kita memilih
melihat kebaikan
yang ada pada orang lain,
dan tidak terlalu keras
menilai kekurangannya,
dunia terasa
sedikit lebih teduh.
Lalu tanpa disadari,
kita pun belajar
bersikap lebih lembut
kepada diri sendiri.
Menerima bahwa
tak harus sempurna
untuk tetap berharga.
Sebab sering kali,
keindahan hidup
bukan lahir
karena semuanya sempurna.
Melainkan karena
kita memilih
melihatnya
dengan hati
yang dipenuhi syukur
dan prasangka baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar