ketika satu hal yang hilang,
terasa seperti
seluruh hidup ikut runtuh.
Saat pekerjaan tak berjalan baik,
harga diri ikut dipertanyakan.
Saat seseorang memilih pergi,
arah langkah terasa menghilang.
Saat harapan tak menjadi nyata,
diri sendiri ikut dianggap gagal.
Barulah kemudian
kehidupan mengajarkan sesuatu.
Bahwa tidak semua yang kita cintai
akan selalu tinggal.
Tidak semua yang direncanakan
akan benar-benar terjadi.
Dan tidak semua yang hilang,
berarti kita ikut kehilangan diri sendiri.
Sejak itu,
masih ada mimpi yang ingin diraih.
Masih ada orang-orang yang disayangi.
Masih ada pekerjaan yang dikerjakan sepenuh hati.
Namun semuanya
tak lagi menjadi tempat bergantung.
Sebab yang membuat hidup tetap berarti,
bukan semata apa yang kita miliki.
Melainkan hati yang tetap utuh,
meski musim terus berganti.
Maka kini,
tak lagi sibuk mengejar hidup yang sempurna.
Hanya ingin menjalani setiap musimnya.
Mensyukuri yang datang.
Merelakan yang pergi.
Dan menemukan keajaiban-keajaiban kecil
yang selama ini
diam-diam menemani perjalanan.
Barangkali,
ketenangan bukan hadir
ketika semua sesuai harapan.
Melainkan ketika kita menyadari,
bahwa hidup ini telah cukup berharga,
bahkan sebelum ia memenuhi
semua keinginan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar