sudah ada sesuatu di dalam dirimu
yang ingin kau sampaikan kepada kehidupan.
Ada mimpi yang tumbuh jauh sebelum perbandingan.
Ada rasa ingin tahu yang hadir sebelum kritik.
Ada hal-hal yang membuat hatimu hidup
bahkan sebelum kau belajar meminta izin kepada siapa pun.
Namun semakin dewasa,
suara-suara dari luar sering kali menjadi terlalu ramai.
Tentang apa yang seharusnya kau kejar.
Tentang bagaimana hidupmu seharusnya terlihat.
Tentang apa yang dianggap berhasil oleh orang lain.
Tanpa disadari,
kita mulai mengukur kehidupan dengan ukuran yang bukan milik kita.
Mulai bertanya, apakah mimpi ini masih layak?
Apakah pilihan ini benar?
Apakah hidup yang diinginkan
cukup baik untuk diterima oleh mereka?
Padahal pendapat orang lain tidak pernah dimaksudkan
untuk menjadi cetak biru kehidupanmu.
Mereka hanya melihat sebagian kecil dari perjalananmu.
Maka mungkin,
sesekali kita perlu kembali.
Bukan kembali ke masa lalu,
melainkan kembali kepada diri sendiri.
Kepada hal-hal yang dahulu membuatmu bersemangat
sebelum kau terlalu sibuk memikirkan penilaian.
Kepada mimpi-mimpi yang pernah kau simpan
karena terlalu takut dianggap berbeda.
Kepada keinginan yang dulu terasa sederhana,
tetapi membuat hidup terasa lebih berarti.
Sebab sebelum dunia memiliki pendapat tentangmu,
sudah ada bagian dari dirimu
yang tahu ke mana hatimu ingin berjalan.
Dan mungkin, bagian itu masih ada.
Hanya tertutup oleh terlalu banyak suara.
Jadi jangan biarkan pendapat orang lain
menjadi alasan untuk meninggalkan
kehidupan yang sebenarnya ingin kau jalani.
Tidak semua orang harus mengerti.
Tidak semua orang harus setuju.
Tidak semua langkah membutuhkan persetujuan.
Sebab hidup ini
bukan tentang memenuhi semua harapan orang lain.
Ada perjalanan yang memang harus kau dengar
dengan suara hatimu sendiri.
Dan ingatlah:
sebelum siapa pun memberi pendapat tentang hidupmu,
sudah ada tujuan yang lebih dahulu tumbuh di dalam dirimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar