Jangan pernah menyuruh seseorang untuk menjadi kuat
ketika ia datang kepadamu dalam keadaan lemah.
Mungkin ia sudah terlalu lama berusaha terlihat baik-baik saja,
terlalu sering menahan air mata,
dan terlalu banyak menyimpan
hal-hal yang tidak sanggup diceritakan kepada siapa pun.
Ketika akhirnya ia datang,
mungkin ia tidak sedang mencari jawaban.
Ia hanya ingin menemukan seseorang yang mau tinggal sebentar,
mendengarkan tanpa menghakimi,
dan membuatnya merasa bahwa
ia tidak harus menghadapi semuanya sendirian.
Tidak semua luka membutuhkan nasihat.
Kadang,
yang paling menyembuhkan
adalah kehadiran yang tidak terburu-buru.
Duduklah jika memang tidak tahu harus berkata apa.
Dengarkan jika ia ingin bercerita.
Biarkan ia menangis jika air mata memang perlu jatuh.
Sebab menjadi kuat bukan berarti tidak boleh rapuh.
Bahkan orang yang paling tegar pun
sesekali membutuhkan tempat untuk meletakkan lelahnya.
Jadi ketika seseorang datang kepadamu dalam keadaan hancur,
jangan buru-buru berkata, “kamu harus kuat.”
Mungkin cukup katakan,
“Tidak apa-apa.
Istirahatlah sebentar. Aku di sini.”
Sebab terkadang,
kebaikan paling sederhana adalah membuat seseorang
merasa aman untuk menjadi dirinya sendiri,
bahkan ketika ia sedang tidak baik-baik saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar