Senin, 07 September 2026

Sebelum Menilai Orang Lain

Kadang,
sebelum merasa kasihan kepada orang lain,
ada baiknya kita belajar mengasihani 
diri sendiri lebih dahulu.
Bukan karena kita ingin larut dalam kesedihan,
melainkan karena mungkin
ada bagian dari diri kita yang juga sedang lelah,
sedang terluka,
atau diam-diam membutuhkan sedikit pengertian 
dari orang yang paling dekat
dengannya: diri sendiri.

Begitu pula sebelum meremehkan seseorang,
mungkin ada baiknya
kita menaruh kaca di hadapan diri sendiri.
Lihatlah baik-baik.
Kita pun pernah salah.
Pernah gagal.
Pernah mengambil keputusan yang tidak tepat.
Pernah berada di titik
yang membuat kita bingung harus melangkah ke mana.

Maka jangan terlalu mudah menganggap seseorang
lebih rendah hanya karena kita melihat kekurangannya.
Sebab yang terlihat oleh mata
hanyalah sebagian kecil dari perjalanan hidupnya.
Kita tidak tahu berapa banyak hal yang sedang ia tahan,
berapa banyak malam yang ia lewati dengan pikirannya sendiri,
atau berapa kali ia harus menguatkan dirinya 
agar tetap bisa menjalani hari.

Dan barangkali,
yang paling membutuhkan belas kasih 
bukan selalu orang yang sedang kita lihat,
melainkan diri sendiri
yang selama ini terlalu keras kepada dirinya.
Belajarlah memperlakukan diri dengan lebih lembut.
Sebab ketika kita mulai memahami luka sendiri,
kita akan lebih mudah memahami luka orang lain.
Dan ketika kita sadar bahwa kita pun 
masih jauh dari sempurna,
rasanya menjadi lebih sulit untuk meremehkan siapa pun.

Pada akhirnya,
setiap manusia sedang berjalan dengan bebannya masing-masing.
Tidak semua terlihat.
Tidak semua perlu diceritakan.
Maka sebelum menunjuk kekurangan orang lain,
barangkali cukup melihat kaca sekali lagi,
lalu berkata kepada diri sendiri:
“Tenanglah. Kita pun masih belajar
menjadi manusia yang lebih baik.”

Tidak ada komentar: