daripada menyadari bahwa yang selama ini menghalangi langkahmu
bukan dunia,
melainkan suara kecil di dalam kepala
yang terus mengatakan bahwa dirimu belum cukup.
Keraguan memang pandai menyamar sebagai kehati-hatian.
Ia membuat kita terlalu lama menunggu,
terlalu sering membandingkan,
hingga akhirnya memilih tetap tinggal di tempat yang sama.
Padahal,
mungkin yang kita butuhkan bukan kepastian
tentang bagaimana semuanya akan berakhir.
Hanya keberanian untuk memulai.
Berani mencoba meski belum yakin.
Berani berbicara meski suara bergetar.
Berani melangkah meski jalan di depan
belum sepenuhnya terlihat.
Bayangkan suatu hari kita bertemu
dengan diri sendiri di masa depan,
lalu menyadari bahwa ternyata
kita mampu melakukan jauh lebih banyak
daripada yang selama ini kita kira.
Mungkin kegagalan bukanlah hal
yang paling kita sesali.
Mungkin yang lebih menyakitkan adalah
tidak pernah tahu sejauh apa kita bisa melangkah,
hanya karena terlalu lama percaya
pada ketakutan sendiri.
Maka berilah dirimu kesempatan.
Bukan untuk menjadi sempurna,
melainkan untuk mengetahui
seberapa jauh dirimu mampu bertumbuh
ketika akhirnya memilih percaya
pada kemampuanmu
sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar