sampai kita benar-benar percaya
bahwa kita tidak akan mampu melewati semuanya.
Ada malam ketika hati terlalu penuh
untuk sekadar beristirahat.
Ada hari ketika bangun dari tempat tidur saja
terasa seperti sebuah perjuangan.
Dan ada luka yang pada saat itu terasa begitu dalam,
seolah tidak akan pernah benar-benar sembuh.
Namun coba sesekali menoleh ke belakang.
Ingat hari-hari yang dulu membuatmu berpikir
bahwa semuanya telah berakhir.
Ingat malam ketika air mata terasa tidak akan berhenti.
Ingat saat kamu begitu lelah
hingga tidak tahu harus bertahan untuk apa.
Lihatlah.
Kamu ternyata sampai di hari ini.
Bukan karena semuanya mudah.
Bukan karena lukanya langsung menghilang.
Tetapi karena waktu perlahan membawamu melewati satu hari,
kemudian satu hari berikutnya.
Luka yang dulu begitu terasa perlahan kehilangan sakitnya.
Hal-hal yang dulu membuatmu menangis
tidak lagi memiliki kekuatan yang sama.
Dan tanpa benar-benar disadari,
kamu tumbuh menjadi seseorang yang jauh lebih kuat
daripada yang pernah kamu bayangkan.
Mungkin hidup memang sesekali mematahkan kita.
Membuat rencana berantakan.
Mengambil sesuatu yang sangat kita sayangi.
Membawa kita ke tempat yang tidak pernah kita pilih.
Namun di antara semua itu,
hidup juga mengajarkan sesuatu yang tidak bisa
dipelajari dengan mudah:
bahwa manusia ternyata mampu membangun dirinya kembali.
Tidak sekaligus.
Tidak dalam satu malam.
Tetapi sedikit demi sedikit.
Hari demi hari.
Sampai suatu ketika,
kita berdiri di tempat yang dulu tidak pernah kita bayangkan
akan bisa kita capai.
Maka jika hari ini kamu sedang berada
di bagian hidup yang terasa berat,
jangan terlalu cepat menyimpulkan
bahwa kamu tidak akan sanggup.
Mungkin kamu hanya sedang berada di tengah perjalanan.
Dan seperti hari-hari sebelumnya,
hari ini pun akan berlalu.
Barangkali tidak dengan segera.
Tetapi perlahan,
kamu akan kembali menemukan cara untuk bernapas,
cara untuk tersenyum, dan cara untuk berdiri.
Sebab ada begitu banyak hari yang dulu kamu kira
tidak akan pernah berhasil dilewati,
tetapi nyatanya,
kamu sudah melewatinya.
Dan mungkin,
itu sendiri adalah bukti paling sederhana
bahwa kamu jauh lebih kuat daripada yang selama ini kamu kira.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar