bukan karena terlalu banyak yang harus dilakukan,
tetapi karena terlalu banyak yang ingin kita kendalikan.
Kita memikirkan apa yang belum terjadi,
mencemaskan kemungkinan yang belum tentu datang,
dan mencoba menyusun jawaban
untuk sesuatu yang bahkan belum menjadi kenyataan.
Padahal kemampuan kita terbatas.
Kita bahkan tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari,
sementara pikiran sudah berjalan jauh sekali ke depan.
Pelan-pelan saja.
Tidak semuanya harus dipikirkan hari ini.
Tidak apa-apa kalau sesekali
di dalam kepala masih terdengar,
“Ya Allah, Ya Allah...”
Mungkin itu hanya tanda bahwa kita sedang belajar
meletakkan kembali segala sesuatu pada tempatnya.
Ikhtiarkan apa yang memang
masih berada dalam kendali kita.
Kerjakan bagian kita sebaik mungkin.
Berdoa.
Berusaha.
Memperbaiki apa yang bisa diperbaiki.
Setelah itu,
belajarlah melepaskan
hal-hal yang memang bukan kuasa kita.
Sebab hidup tidak meminta kita
untuk mengetahui semua jawaban.
Ada bagian yang memang menjadi tugas kita,
dan ada bagian yang cukup kita serahkan kepada Allah.
Kita berusaha dengan kemampuan yang ada,
lalu bertawakal pada sesuatu
yang berada jauh di luar kemampuan kita.
Tidak semua harus dipikirkan sampai selesai.
Ada hal-hal yang cukup kita jalani hari ini,
dan biarkan Allah mengurus sisanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar