Senin, 14 September 2026

Sederhana Saja

Jadilah manusia yang sederhana saja.
Yang tidak keberatan mengakui salah,
tanpa tergesa-gesa mencari alasan untuk membela diri.
Yang mampu meminta maaf sebelum diminta,
dan memberi maaf tanpa terus membawa
luka lama ke mana-mana.

Sebab sering kali,
yang membuat hidup terasa rumit 
bukanlah hidup itu sendiri.
Melainkan keinginan untuk selalu terlihat benar,
selalu ingin dimengerti,
dan sulit menerima bahwa kita pun pernah keliru.

Padahal tidak harus begitu.
Tidak semua percakapan
harus berakhir dengan kemenangan.
Tidak semua perbedaan
harus membuktikan siapa yang paling benar.

Ada kalanya,
mengalah bukan karena kita kalah,
melainkan karena kita mengerti bahwa menjaga hati
lebih penting daripada mempertahankan ego.
Ada kalanya,
diam bukan karena tidak mampu menjawab,
melainkan karena kita tahu tidak semua hal
perlu ditanggapi.

Cukup menjadi seseorang yang mau belajar.
Yang perlahan memahami,
bahwa meminta maaf tidak membuat kita lebih kecil.
Bahwa memaafkan
bukan berarti melupakan semuanya, 
tetapi memilih untuk tidak terus hidup 
bersama luka yang sama.

Dan ketika suatu hari 
kita kembali melakukan kesalahan,
semoga kita masih memiliki keberanian
untuk melihat diri sendiri,
mengakuinya,
lalu memperbaikinya.

Mungkin,
kedewasaan memang sesederhana itu.
Bukan tentang selalu melakukan segalanya dengan benar.
Tetapi tentang tetap mau belajar,
tetap mau memahami,
dan tidak pernah merasa sudah terlalu baik
untuk menjadi lebih baik.

Sebab pada akhirnya,
kita semua hanya manusia yang sedang berjalan,
sambil pelan-pelan belajar menjadi seseorang
yang lebih baik dari diri kita yang kemarin.

Tidak ada komentar: