kita hanyalah orang-orang
yang pernah saling mengecewakan,
lalu memilih tetap tinggal.
Ada yang pernah ingkar pada janji.
Ada yang pernah melukai tanpa sengaja.
Ada yang pernah membuat luka yang tak segera sembuh.
Namun persahabatan, barangkali,
bukan tentang menemukan seseorang
yang tak pernah salah.
Melainkan tentang memberi waktu bagi seseorang
untuk menjadi lebih baik dari dirinya yang dulu.
Sebab manusia bukan batu
yang selamanya diam pada bentuk yang sama.
Ia berubah.
Ia belajar.
Ia menyesal.
Ia tumbuh.
Dan mungkin,
di antara sekian banyak kebaikan
yang bisa kita lakukan untuk seorang teman,
adalah membiarkan kesalahannya selesai pada hari ia mengakuinya.
Dan memberikan toleransi kepadanya.
Tidak membawanya ke hari-hari berikutnya.
Tidak menjemurnya di hadapan orang lain.
Tidak menjadikannya cerita yang terus diulang.
Bukankah setiap orang membutuhkan satu tempat
di mana masa lalunya tidak terus-menerus dipanggil?
Hari ini kita memaafkan seseorang.
Besok,
barangkali kitalah yang berdiri di depan pintu yang sama,
menunggu maaf dari orang lain.
Maka biarlah yang pernah berlalu menjadi berlalu.
Seperti daun yang jatuh ke sungai.
Air tidak menanyakan dari ranting mana ia berasal.
Ia hanya membawanya pergi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar