Minggu, 18 Oktober 2026

Tak Perlu Malu

Bisikkan pelan kepada dirimu sendiri:
Buat apa malu?
Kamu mungkin belum memiliki
sebanyak yang orang lain punya,
tetapi kamu sedang berjalan di jalan yang baik.

Kamu bekerja dengan tanganmu sendiri,
dengan cara yang kamu yakini benar,
tanpa mengambil hak orang lain,
tanpa menjadikan kerugian seseorang
sebagai jalan untuk memperkaya diri.

Mungkin penghasilanmu
belum sebesar yang kau harapkan.
Tidak apa-apa.
Sebab nilai sebuah pekerjaan tidak selalu dapat diukur
dari angka yang pulang bersamanya.

Ada rezeki yang datang dengan jumlah yang sederhana,
tetapi membawa ketenangan ketika diletakkan di atas meja.
Ada pula yang terlihat besar,
namun menyisakan banyak hal yang harus dipertanggungjawabkan.

Tentu kita boleh bermimpi
tentang kehidupan yang lebih baik.
Tentang penghasilan yang lebih besar,
tentang ruang yang lebih luas
untuk keluarga dan orang-orang yang kita cintai.
Teruslah mengusahakannya.

Namun selama perjalanan itu
belum sampai pada tempat yang kita inginkan,
jangan merendahkan apa yang sudah kita jalani hari ini.
Sebab rezeki bukan hanya tentang berapa banyak yang masuk,
tetapi juga tentang dari mana ia datang
dan untuk apa ia digunakan.

Jadi,
jika hari ini yang mampu kau hasilkan 
belum sebanyak orang lain,
tidak perlu menundukkan kepala.
Selama ia diperoleh dengan cara yang baik,
diterima dengan syukur,
dan terus kau usahakan untuk menjadi lebih baik,
ia tetap layak dihargai.

Berjalanlah saja.
Tidak perlu malu dengan langkah yang sedang kau jalani.
Sebab mungkin,
yang sedang dibangun hari ini
bukan sekadar penghasilan yang lebih besar,
melainkan kehidupan yang lebih baik
tanpa kehilangan keberkahan di sepanjang jalannya.

Tidak ada komentar: