kapan kamu akan merasa cukup,
jika setiap nikmat selalu kau ukur
dengan apa yang belum kau miliki?
Kita sering menghitung jarak yang belum ditempuh,
sampai lupa melihat seberapa jauh kaki
telah membawa kita.
Menatap pintu yang belum terbuka,
sampai lupa bahwa begitu banyak jendela
telah lebih dulu membiarkan cahaya masuk.
Mungkin yang membuat kita lelah
bukan karena hidup terlalu sedikit memberi,
melainkan karena mata
terlalu sibuk mencari apa yang belum ada.
Padahal,
ada begitu banyak hal yang datang tanpa kita minta:
napas yang masih mengalir,
tubuh yang masih membawa kita pulang,
orang-orang yang masih bisa kita peluk,
dan pagi yang masih memberi
kesempatan untuk memulai lagi.
Bukan berarti kita harus berhenti bermimpi.
Hanya saja,
jangan sampai keinginan membuat kita lupa
menghargai apa yang sudah ada.
Sebab mungkin,
merasa cukup bukan tentang memiliki segalanya,
melainkan mampu memandang
apa yang telah Allah titipkan dan berkata dalam hati:
ternyata,
aku telah menerima begitu banyak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar