Senin, 26 Oktober 2026

Tentang Laki-Laki dan Hal-Hal yang Dipikirkannya

Apa yang sering dipikirkan seorang laki-laki?
Barangkali sederhana saja,
bagaimana caranya menambah sedikit lagi,
agar semuanya cukup,
agar hari esok tak terlalu mencemaskan.

Bukan karena ingin menimbun.
Bukan pula semata untuk dirinya.
Sering kali justru demi wajah-wajah 
yang ia simpan dalam hati,
orang-orang yang ingin ia lihat tetap baik-baik saja.

Ia jarang bercerita tentang hitung-hitungan di kepalanya,
tentang cemas yang datang ketika penghasilan tak sejalan
dengan kebutuhan yang terus bertambah.
Tentang keinginan-keinginan kecil yang terpaksa ia tunda,
atau hal-hal yang ingin ia berikan namun 
masih harus menunggu waktu yang lebih lapang.

Yang terlihat mungkin hanya diamnya.
Padahal di dalam dirinya,
ada banyak hal yang terus dipikirkan.
Tentang hari ini yang harus dicukupkan,
tentang hari esok yang perlu disiapkan,
agar meja tetap terisi,
agar orang-orang yang ia sayangi
tak perlu terlalu banyak mengkhawatirkan.

Mungkin ia juga lelah.
Hanya saja, 
ada tanggung jawab yang membuatnya tetap berusaha,
meski sesekali ia sendiri
tak tahu harus bercerita kepada siapa.

Sebab tak semua yang ia rasakan
mudah diterjemahkan menjadi kata-kata.
Ada yang ia simpan sendiri,
ada yang ia bawa dalam doa,
ada pula yang perlahan ia usahakan
tanpa perlu diketahui siapa-siapa.

Kadang cinta memang tak banyak bicara.
Ia hadir dalam usaha yang diulang setiap hari,
dalam lelah yang disimpan selepas bekerja,
dalam keinginan yang dikesampingkan,
dan dalam doa yang dipanjatkan pelan-pelan.

Bukan karena ia tak ingin bahagia,
melainkan karena ada kebahagiaan lain
yang juga ingin ia jaga.
Dan mungkin,
di balik keinginannya untuk terus bertumbuh,
ada harapan yang begitu sederhana:
semoga orang-orang yang ia cintai
bisa menjalani hidup dengan lebih tenang,
tanpa harus terlalu sering merasa kekurangan.

Tidak ada komentar: