Rabu, 14 Oktober 2026

Di Tengah-Tengah

Semakin berjalan,
semakin aku mengerti bahwa dalam banyak hal,
mungkin yang paling baik adalah berada di tengah.
Ketika berharap,
berharaplah dengan baik,
tetapi jangan menggantungkan seluruh bahagia
pada sesuatu yang belum tentu terjadi.

Ketika tidak menyukai sesuatu,
jangan biarkan ketidaksukaan memenuhi seluruh hati.
Sebab bisa jadi,
apa yang ingin kita jauhi
justru menjadi bagian dari jalan yang harus kita lewati.

Bahkan ketika bahagia,
barangkali kita tetap perlu
menyisakan sedikit ruang untuk mengingat
bahwa tidak ada kebahagiaan yang benar-benar tanpa ujian.
Dan ketika sedih,
bersedihlah secukupnya.
Sebab di balik kesedihan
mungkin ada sabar yang sedang ditumbuhkan,
pertolongan yang sedang didekatkan,
dan hikmah yang belum kita mengerti.

Hidup tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan.
Bahagia datang,
lalu pergi.
Sedih datang,
lalu berlalu.
Keduanya tidak ditakdirkan untuk tinggal selamanya.

Sebab ini dunia, 
bukan surga.

Maka mungkin,
yang perlu kita pelajari 
bukan bagaimana menghindari setiap rasa,
melainkan bagaimana menempatkannya
pada tempat yang semestinya.
Berharap tanpa berlebihan.
Mencintai tanpa kehilangan diri.
Bersedih tanpa tenggelam.
Bahagia tanpa lupa bahwa segala sesuatu
di dunia ini sementara.

Sebab ketika hati
tidak terlalu tinggi saat mendapatkan,
dan tidak terlalu jatuh saat kehilangan,
ada ruang yang lebih luas
untuk menerima kehidupan sebagaimana adanya.

Mungkin ketenangan
bukan ketika hidup memberikan semua yang kita mau,
melainkan ketika hati belajar cukup
dengan apa yang Allah tetapkan.
Di sanalah kita belajar menjadi lebih seimbang,
lebih lapang,
dan tidak mudah diguncangkan
oleh perubahan hari.

Sebab benar,
dalam banyak perkara,
yang paling baik
sering kali bukan yang berlebihan,
melainkan yang berada di pertengahan.
Dan mungkin,
di sanalah hati lebih mudah menemukan ketenangan.

Tidak ada komentar: