Minggu, 25 Oktober 2026

Hujan Dan Rahmat

Biarlah hujan kali ini
hadir sebagai rahmat yang jatuh perlahan,
membasahi bumi
dan menumbuhkan syukur di dalam hati.

Sebab mungkin,
di antara tetes-tetesnya,
ada jiwa yang kembali mengingat,
ada hati yang belajar bersyukur,
dan ada lelah yang akhirnya menemukan
sedikit ruang untuk beristirahat.

Barangkali, hujan ingin mengajarkan
bahwa tak semua yang datang bersama mendung
harus menunggu langit kembali cerah
untuk membawa kebaikan.

Ada tanah yang kembali subur,
ada kehidupan yang mulai bertumbuh,
ada harapan yang perlahan menemukan
jalan untuk merekah kembali.

Dan bukankah demikian pula
cara rahmat-Nya menyapa kehidupan?

Tak selalu melalui sesuatu yang besar,
kadang lewat rintik yang sederhana,
udara yang terasa lebih segar,
atau hati yang perlahan
belajar menerima dan mensyukuri
apa yang telah ditetapkan-Nya.

Maka, biarlah hujan kali ini
mengajarkan kita untuk berhenti sejenak,
menikmati apa yang hadir,
dan mengingat kembali
betapa banyak kebaikan
yang sering luput dari perhatian.

Sebab di balik langit yang kelabu,
kehidupan tetap menyimpan harapan.
Dan rahmat-Nya dapat hadir
melalui hal-hal sederhana,
yang jatuh perlahan seperti hujan,
lalu menumbuhkan sesuatu
di dalam hati kita.

Tidak ada komentar: