ketika kebahagiaan kita mulai bergantung pada penilaian orang lain.
Ketika setiap perkataan dibiarkan masuk
tanpa lebih dulu dipikirkan,
ketika apa yang dimiliki selalu terasa kurang
karena terlalu sibuk melihat milik orang lain.
Iri, dengki, dan rasa tidak cukup
sering kali tumbuh diam-diam di dalam hati.
Tidak terlihat oleh siapa pun,
namun perlahan membuat dada sesak,
pikiran gelisah, dan ketenangan semakin jauh.
Mungkin bukan karena kita tidak bisa bahagia.
Mungkin kita hanya terlalu sering mencari bahagia
di tempat yang salah.
Maka sederhanakanlah hidup.
Tidak perlu mengejar pujian dari semua orang.
Tidak perlu menjawab setiap perkataan.
Tidak perlu menyimpan dendam terlalu lama.
Belajarlah memaafkan,
belajarlah bersyukur atas apa yang sudah menjadi bagianmu,
dan belajarlah merasa cukup
tanpa harus membandingkan hidupmu
dengan kehidupan orang lain.
Sebab hidup ini terlalu singkat
untuk terus sibuk membuktikan diri,
terlalu berharga untuk dihabiskan dengan iri hati,
dan terlalu indah jika hanya dijalani
demi mendapatkan pengakuan manusia.
Kadang ketenangan tidak membutuhkan lebih banyak hal.
Ia hanya membutuhkan hati yang belajar
melepaskan apa yang tidak perlu dibawa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar