untuk melihat diri
yang kecil pun tampak jelas,
yang sering luput
akhirnya disadari.
Sebab pada diri sendiri,
hal sederhana saja
terasa begitu berarti.
Namun jangan gunakan teropong
untuk melihat orang lain
membesarkan yang kecil,
menjadikan yang ringan
seolah berat tak termaafkan.
Jika semua tampak salah di mata,
barangkali bukan dunia
yang perlu diubah,
melainkan cara hati
memandang semuanya.
Sikap seperti itu
perlahan menjauhkan,
membuat langkah terasa sendiri,
dan persahabatan
kehilangan hangatnya.
Sebab merasa diri sudah baik
sering kali menjadi jarak
untuk belajar lagi.
Maka biarkan hati tetap rendah,
merasa belum selesai,
merasa masih perlu dibenahi
dan melihat orang lain
dengan lebih lapang.
Di situlah tumbuh
ketenangan yang sederhana:
saat diri tak sibuk meninggi,
melainkan belajar
untuk terus memperbaiki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar