Sebab luka tak pernah benar-benar
membiarkan hati tetap sama.
Jika terus dipelihara dengan kecewa,
ia bisa menumbuhkan amarah,
prasangka, dan hati yang perlahan
kehilangan kelembutannya.
Namun bila diterima dengan lapang,
diresapi dengan sabar,
dan dijadikan pelajaran,
luka yang sama dapat menumbuhkan
pengertian, kedewasaan,
serta hati yang lebih bijaksana
dalam memandang kehidupan.
Maka bukan hanya apa yang melukai kita
yang menentukan siapa diri kita.
Melainkan cara kita merawat luka itu
hingga akhirnya berubah
dari sesuatu yang menyakitkan,
menjadi sesuatu yang menguatkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar