Kita perlu merencanakan,
mempersiapkan diri,
dan mempertimbangkan
kemungkinan yang mungkin terjadi.
Bukankah semua itu juga bagian dari ikhtiar?
Namun ada saat ketika pikiran
tidak lagi membantu kita bersiap,
melainkan membuat kita berputar
di tempat yang sama.
Terlalu banyak bertanya “bagaimana jika”,
terlalu jauh membayangkan hal-hal yang belum terjadi,
hingga langkah yang seharusnya
sudah dimulai justru tertunda.
Padahal kita tidak pernah bisa memastikan
seluruh jalan sebelum menjalaninya.
Kita hanya bisa menyiapkan apa yang mampu disiapkan,
lalu mengambil langkah dengan doa dan keyakinan.
Berpikir membuat kita melihat kemungkinan.
Ikhtiar membuat kita bergerak menghadapinya.
Maka ketika pikiran mulai terlalu ramai,
cobalah berhenti sejenak
dan tanyakan kepada diri sendiri:
“Setelah semua yang kupikirkan ini,
apa yang masih bisa kulakukan hari ini?”
Lalu lakukan.
Tidak harus besar.
Satu langkah kecil pun tetap sebuah perjalanan.
Sebab masa depan tidak selalu membutuhkan kita
untuk mengetahui seluruh jawabannya.
Kadang ia hanya meminta kita cukup berani
untuk memulai langkah pertama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar