Tidak ada yang menanam harapan
sambil membayangkan akhir yang mengecewakan.
Kita bermimpi dengan begitu sungguh-sungguh,
menyusun rencana, bekerja, berdoa,
lalu percaya bahwa suatu hari semuanya
akan sampai pada tempat yang kita harapkan.
Kita merawat mimpi seperti merawat sesuatu yang hidup.
Diberi waktu, diberi usaha, disiram dengan doa.
Sampai suatu hari,
hidup datang membawa musim yang berbeda.
Yang kita kira akan tumbuh, justru gugur.
Yang kita kira akan tinggal, ternyata harus pergi.
Dan yang paling menyakitkan
barangkali bukan hanya hilangnya sebuah mimpi,
melainkan hilangnya keyakinan
yang selama ini membuat kita terus berjalan.
Sebab kita pernah membayangkan akhirnya dengan begitu jelas,
sampai lupa bahwa kehidupan tidak pernah berjanji
untuk mengikuti seluruh rencana kita.
Namun mungkin,
kalah tidak selalu berarti semuanya sia-sia.
Ada perjalanan yang memang
tidak membawa kita ke tempat yang kita inginkan,
tetapi membawa kita menjadi seseorang yang tidak akan
pernah kita kenal jika perjalanan itu tidak terjadi.
Mungkin ada mimpi yang harus dilepaskan,
bukan karena kita tidak cukup berusaha,
melainkan karena hidup sedang membuka jalan
yang belum kita mengerti.
Maka jika hari ini ada sesuatu yang gagal kamu pertahankan,
berilah dirimu waktu untuk berduka.
Tidak perlu buru-buru terlihat kuat.
Setelah itu, pelan-pelanlah berdiri.
Sebab mungkin akhir yang berbeda
bukan berarti akhir yang buruk.
Barangkali,
ada kebaikan yang sedang menunggu
di halaman yang belum sempat kamu baca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar