Rabu, 26 Agustus 2026

Kebaikan Yang Lembut

Kadang, empati tidak membutuhkan banyak kata.
Bukan selalu tentang berkata
yang sabar, yang kuat,
atau semuanya akan baik-baik saja.

Ada saatnya,
seseorang hanya membutuhkan
kita untuk tetap tinggal.
Duduk sedikit lebih lama di sisinya,
mendengarkan cerita yang berulang,
membiarkan air matanya jatuh
tanpa buru-buru menghapusnya.

Tidak perlu memberi nasihat ketika hatinya sedang penuh.
Tidak perlu mencari hikmah ketika ia masih sibuk
mengumpulkan kepingan dirinya.
Cukup hadir.
Cukup mendengarkan.

Sebab ketika dunia seseorang sedang terasa runtuh,
kadang yang paling ia butuhkan
bukan seseorang yang tahu cara memperbaikinya,
melainkan seseorang yang tidak pergi 
ketika semuanya sedang berantakan.

Dan mungkin,
itulah salah satu bentuk
kebaikan yang paling lembut:
menemani seseorang melewati hari yang berat,
tanpa membuatnya merasa harus segera menjadi kuat.

Tidak ada komentar: