ketika bertemu teman lama.
Rasanya seperti membuka
sebuah pintu yang sudah lama tidak disentuh,
lalu di baliknya masih ada
versi diri kita yang pernah tinggal di sana.
Mereka masih mengingat kita yang dulu,
cara tertawa yang terlalu lepas,
kebiasaan-kebiasaan kecil
yang sudah lama kita tinggalkan,
juga mimpi-mimpi yang pernah kita ceritakan
dengan begitu yakin.
Kadang itu terasa hangat.
Sebab kita tidak perlu
menjelaskan dari mana kita berasal.
Mereka sudah mengenal cerita
yang bahkan mungkin sudah kita lupakan.
Namun kadang juga terasa sedikit asing.
Sebab waktu telah membuat kita berubah,
sementara ingatan mereka
masih menyimpan kita dalam bentuk yang lama.
Tidak ada yang salah.
Mereka hanya sedang mengingat,
sementara kita sedang bertumbuh.
Kita memang tidak lagi
menjadi seseorang yang sama
dengan yang mereka kenal bertahun-tahun lalu.
Ada hal-hal yang telah kita pelajari,
ada luka yang telah kita lewati,
dan ada banyak bagian diri
yang perlahan kita bangun kembali.
Mungkin itulah mengapa
persahabatan lama terasa istimewa.
Bukan karena mereka
membuat kita kembali ke masa lalu,
melainkan karena mereka
tahu dari mana perjalanan kita dimulai.
Dan persahabatan yang paling indah
barangkali bukan yang meminta kita
tetap menjadi seperti yang mereka ingat,
melainkan yang bersedia mengenal kita kembali,
perlahan,
setiap kali kita berubah,
setiap kali kehidupan membentuk kita
menjadi seseorang yang sedikit berbeda.
Sebab kita semua terus bertumbuh.
Dan alangkah baiknya
memiliki seseorang yang tidak hanya
mengingat siapa kita dahulu,
tetapi juga mau tinggal
untuk mengenal siapa kita hari ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar