bahwa seseorang yang sedang tertimpa musibah
tidak selalu membutuhkan nasihat.
Tidak selalu membutuhkan kalimat,
sabar ya, sabar ya.
Kadang, yang mereka butuhkan
hanya seseorang yang mau tinggal.
Duduk di sampingnya tanpa banyak bicara.
Mendengarkan tanpa buru-buru mencari jawaban.
Bahkan jika perlu, menangis bersamanya.
Sebab ada kesedihan yang memang perlu diberi ruang,
bukan segera dicarikan jalan keluar.
Biarkan mereka merasakan kehilangan,
kecewa, dan lelahnya.
Tidak apa-apa jika untuk sementara mereka belum kuat.
Kita tidak selalu harus mengajarkan
cara bertahan kepada seseorang yang sedang terluka.
Terkadang,
cukup menjadi tempat ia bersandar
sampai kakinya kembali mampu berdiri.
Dan ketika akhirnya ia bangkit,
mungkin ia tidak lagi membutuhkan
kalimat tentang arti kesabaran.
Sebab perjalanan yang telah dilaluinya
sudah mengajarkan semuanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar