kehidupan sering kali terlihat
seperti apa yang kita percayai tentangnya.
Jika kita percaya bahwa
hidup hanya berisi kekecewaan,
maka kita akan lebih mudah
menemukan alasan untuk kecewa.
Jika kita percaya bahwa
tidak ada lagi hal baik yang menunggu,
kita mungkin melewatkan kebaikan-kebaikan kecil
yang sebenarnya datang setiap hari.
Namun ketika kita mulai percaya
bahwa selalu ada kemungkinan,
kita akan melihat jalan
di tempat yang sebelumnya terasa buntu.
Kita mulai menyadari
bahwa hal-hal sederhana pun
bisa menjadi keajaiban:
seseorang yang datang di waktu yang tepat,
kesempatan yang muncul setelah berkali-kali gagal,
atau pagi yang masih
memberi kita kesempatan untuk mencoba lagi.
Begitu pula dengan diri sendiri.
Ketika kita terus percaya bahwa kita tidak mampu,
kita mungkin berhenti sebelum benar-benar mencoba.
Tetapi ketika kita memberi diri sendiri
kesempatan untuk percaya,
perlahan kita menemukan bahwa kemampuan kita
ternyata lebih luas daripada yang selama ini kita bayangkan.
Bukan berarti cukup percaya
lalu semuanya akan terjadi dengan sendirinya.
Tetap ada usaha,
tetap ada kegagalan,
tetap ada hari-hari yang membuat kita ragu.
Namun apa yang kita percayai akan menentukan
bagaimana kita memandang semua itu.
Maka berhati-hatilah dengan apa yang terus
kita katakan kepada diri sendiri.
Sebab keyakinan yang kita pelihara hari ini
perlahan menjadi cara kita melihat dunia,
cara kita mengambil keputusan,
dan akhirnya,
cara kita menjalani kehidupan.
Mungkin hidup tidak selalu
memberikan apa yang kita bayangkan.
Tetapi percayalah,
selalu ada kemungkinan baik
yang belum kita temui.
Dan terkadang,
perjalanan menuju ke sana
dimulai dari satu hal sederhana:
percaya bahwa masih ada
hari yang lebih baik untuk dijalani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar