ketika tidak ada lagi yang menahan langkah.
Padahal,
barangkali yang lebih sulit adalah membebaskan diri
dari apa yang selama ini kita simpan sendiri.
Berani menjadi diri sendiri tanpa terus bertanya
apakah semua orang akan menyukainya.
Berani memilih jalan yang kita percaya,
meski tidak semua orang memahaminya.
Berani meninggalkan masa lalu di tempatnya,
tanpa terus membawanya
sebagai bayang-bayang ke setiap hari yang baru.
Dan berani mengakui
bahwa kita sedang tidak baik-baik saja,
tanpa merasa harus selalu terlihat kuat.
Sebab ada kalanya kita begitu sibuk
menjaga pandangan orang lain,
hingga lupa mendengarkan
apa yang sebenarnya dibutuhkan hati sendiri.
Mungkin kemerdekaan
bukan tentang hidup tanpa masalah,
melainkan tentang tidak lagi membiarkan ketakutan,
penilaian, dan luka lama mengatur
ke mana kita harus melangkah.
Ketika kita mulai menerima diri apa adanya,
memaafkan apa yang telah berlalu,
dan berhenti meminta izin kepada dunia
untuk menjadi diri sendiri,
barangkali saat itulah
kita mulai benar-benar pulang.
Sebab terkadang,
pintu yang paling sulit dibuka
bukanlah pintu yang berada di luar sana,
melainkan pintu yang selama ini kita kunci
dari dalam diri sendiri.
Semoga kita menjadi insan yang merdeka seutuhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar