Sabtu, 02 April 2011

Memori Sungai Bingei : Menari Diatas Jeram

Tak terasa bulan ini area tempat kami bekerja akhirnya dipecah menjadi dua area, Sumatera Bagian Utara dan Sumatera Bagian Selatan, setelah sekian puluh tahun hanya satu area Sumatera. Entah kenapa saya tiba-tiba teringat acara tutup tahun lalu di Sungai Bingei , Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Acara ini sebenarnya diprakarsai oleh kepala area kami dengan tujuan mensinergikan area kami agar menjadi suatu tim yang utuh dan saling melengkapi. Hari itu, Sabtu 18 Desember 2010, kami semua, pemegang amanah dari Lampung hingga Aceh, berkumpul di salah satu kantor cabang kami di Jalan Adam Malik, Medan. Kira-kira pukul 8 pagi, kami mulai konvoy menuju lokasi yang diinginkan, kira-kira setelah memakan waktu satu setengah perjalanan, akhirnya kami sampai juga di Sei Bingei.

Kami berhenti sejenak di basis Bingei Rafting, yang menjadi operator acara permainan kami, yang terletak dibibir sungai. Desiran angin dan suara aliran sungai sungguh menggoda untuk dijamah dan membuat kami tidak sabar untuk segera bercengkrama dengan jeram. Syukur tidak lama kemudian, akhirnya kami sudah dapat menuju ke tempat peralatan untuk memilih peralatan yang telah disiapkan seperti helm, dayung, dan pelampung untuk keselamatan kami. Dan seperti lazimnya tempat arung jeram lainnya, setelah memilih peralatan, kami pun segera menuju ke lokasi start permainan di sanggapura dengan menggunakan truk.

Sepuluh, dua puluh, hingga tiga puluh menit perjalanan ternyata kami belum sampai menuju lokasi. Beruntung kami mengisi waktu perjalanan dengan canda gurau yang cukup mengocok perut kami, mulai dari berakting menjadi sapi yang akan menuju ke tempat penyembelihan, saling meledek, dan canda lainnya yang membuat waktu yang dilalui menjadi tidak begitu terasa hingga akhirnya kami benar-benar sampai di bibir sungai. Buih buih sungai yang menyapa benar-benar membuat perjalanan tanpa akhir kami sebelumnya menjadi tidak terasa.


Kami berkumpul kembali untuk dibagi kelompok menjadi 9 kelompok dimana masing-masing kelompok diberikan pendamping yang berfungsi sebagai kapten kapal, setelah mendengarkan instruksi sejenak dan memilih kapal yang akan digunakan akhirnya kesempatan kami untuk bergumul dengan sungai datang juga. Dengan menggotong perahu karet yang akan kami gunakan, kami pun segera menuju ke titik awal petualangan, riak sungai dan jeram benar-benar memanggil kami seakan tak sabar untuk kami jamah yang mwmbuat adrenalin kami semakin tinggi.

Hingga akhirnya kami benar-benar memulai mengarungi sungai tersebut. Perahu kami mulai menari-nari mengikuti irama jeram, sesekali tarian perahu kami terhenti ketika tersangkut kumpulan batu yang membentang di sungai sehingga kami harus turun untuk mengeluarkan perahu kami dari cengkraman batu yang menghalangi. Ketika berhadapan dengan jeram yang berat sesekali kami terhempas, bahkan ada salah seorang rombongan kami yang berada di perahu lain yang sempat terlempar ke sungai, beruntung kami dibekali perlengkapan yang membuat keselamatan kami lebih terjaga.


Sesekali kami mendapatkan kesempatan untuk meninggalkan perahu dan berenang di saat arus tenang. Disalah satu arus yang tenang kami bahkan mendapat kesempatan untuk melompat kesungai dari bukit setinggi sekitar 10 meter. Rasa penasaran dan khawatir bercampur aduk ketika tawaran melompat diberikan ke kami, akan tetapi karena adrenalin sudah terlanjur tinggi akhirnya beberapa dari kami mencoba untuk melompat dari bukit ke sungai untuk menaklukkan rasa khawatir kami. Byurrrr…. Dan ajaib, ternyata setelah melompat kami semakin penasaran dan kembali lagi ke atas bukit untuk melompat lagi dan lagi.


Perjalanan pun dilanjutkan kembali, setelah melewati arus tenang yang ke sekian kali akhirnya kami mendapat tantangan lain. Sebuah gemuruh air dari bendungan telah terdengar jelas di telinga kami seolah menantang untuk ditaklukkan. Bendungan setinggi 8 meter yang konon tertinggi di Indonesia untuk arung jeram. Setelah mendengarkan instruksi sejenak, kami pun mulai menuju bibir bendungan untuk menyambut undangan gemuruh bendungan tadi. Semakin dekat.. Semakin dekat.. Dan.. Booom… Kami pun merebahkan tubuh kami agar tidak terhempas dari perahu. Perahu pun melayang. Akan tetapi meskipun sudah berusaha untuk merebahkan diri, ternyata saya sempat terhempas hingga terbalik dan bibir dayung saya membuat pipi kepala area operasional kami merah terkena tamparan sang dayung.. Beruntung bagi saya, karena ternyata beliau tidak marah… Ups, maaf ya bu…


Ternyata bendungan tadi merupakan titik akhir dari perjalanan kami dalam menaklukkan jeram. Sungguh waktu dua jam lebih dalam petualangan ini benar-benar terasa kurang dan berlalu terlalu cepat. Akan tetapi kami memang harus benar-benar menyelesaikan keintiman kami dengan jeram sei bingei, karena sudah ada rangkaian permainan lain yang menanti untuk kami sapa.

Minggu, 27 Maret 2011

Eksotisme Batik Sumatera

Sebagai orang Indonesia anda pasti sudah familiar dengan batik. Kain khas Indonesia dengan corak khas bernilai seni tinggi serta memiliki filosofi yang dalam yang di akui oleh UNESCO sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi sejak 2 Oktober 2009. Sebagian besar dari kita tentu sudah mengetahui mengetahui mengenai motif dan corak batik yang sebagian besar mengacu ke corak batik Jawa. Tidak salah memang karena batik yang selama ini populer di masyarakat adalah batik yang berasal dari pulau Jawa. Akan tetapi tahukah anda kalau di belahan pulau lain, tepatnya pulau Sumatera, juga memiliki corak batik yang khas dan tidak kalah eksotis? Untuk itu saya akan mencoba untuk berbagi sedikit yang saya tahu mengenai batik Sumatera semasa saya berkarya di Sumatera.

Meskipun tidak sepopuler di Jawa, Sumatera memang memiliki beraneka corak dan motif batik yang memiliki keunikan sendiri. Hampir di setiap propinsi di sumatera memiliki motif dan corak batik sendiri, mulai dari Batik Palembang, Batik Riau, Batik Tanah Liek Sumatera Barat, Batik Besurek Bengkulu, hingga Batik Jambi. Untuk mengetahui apa dan bagaimana ragam batik tersebut saya akan coba berbagi sedikit mengenai tiap-tiap batik.

Batik Palembang, dalam sejarahnya batik Palembang memang berasal dari Jawa sekitar 100 tahun yang lalu dengan motif yang telah mengalami adaptasi dengan budaya Palembang. Adapun motif batik Palembang di antaranya adalah kembang jepri, lasem, sisik ikan, gribik, encim, kembang, bakung, kerak mutung, sembagi, dan salahi. Selain motif diatas, terdapat motif baru yang sangat khas nuansa Palembangnya yaitu batik songket, yang memadukan motif songket kedalam kain batik.

Batik Riau, berdasarkan jejaknya batik Riau sudah ada sejak zaman Kerajaan Daek Lingga dan Kerajaan Siak dengan warna khas melayu yaitu kuning atau perak dan menggunakan tehnik cap. Awalnya batik ini hanya berkembang dikalangan kerajaan dan sempat tenggelam sekian lama. Baru pada sekitar tahun 1985, pemerintah daerah mengambil inisiatif untuk mengembangkan kembali batik khas Riau. Dari pengembangan motif tradisional yang ada diciptakan motif baru yang tak lari dari akarnya yaitu antara lain: Bungo Kesumbo, Bunga Tanjung, Bunga Cempaka, Bunga Matahari Kaluk Berlapis, dll. Umumnya motif diatas memiliki benang merah yaitu berbentuk garis memanjang seperti tabir. Karena motif yang seperti tabir itulah sehingga Batik Riau juga sering dibilang sebagai Batik Tabir.

Batik Tanah Liek Sumatera Barat, disebut batik tanah liek karena salah satu pewarnanya adalah tanak liek atau tanah liat. Selain tanah liek sumber pewarna lain untuk batik ini adalah kulit jengkol, kulit rambutan, gambir, kulit mahoni, daun jerame dan masih banyak akar-akar lainnya yang juga digunakan. Menurut sejarahnya batik tanah Liek berasal dari Cina yang dibawa oleh pedagang Cina dan hanya dibuat oleh beberapa pengrajin di tanah datar. Seperti juga batik Riau, batik tanah Liek juga sempat mengalami mati suri yang cukup lama, baru pada sekitar tahun 1990-an batik ini mulai kembali muncul setelah Wirda Hanim mencoba menggiatkan kembali batik Tanah Liek ini. Meskipun batik tanah liek sudah mulai kembali muncul ke permukaan, akan tetapi perkembangannya bisa dikatakan belumlah pesat, bahkan tidak sedikit orang minang, khususnya orang minang yang sudah lahir dan besar di perantauan yang tidak mengetahui tentang batik nenek moyangnya.

Batik Besurek Bengkulu, disebut batik besurek karena motifnya menyerupai kaligrafi huruf arab. Di beberapa kain, terutama untuk upacara adat, kain ini memang bertuliskan huruf Arab yang bisa dibaca. Tetapi, sebagian besar hanya berupa hiasan mirip huruf Arab. Selain motif kaligrafi, batik besurek Bengkulu juga memiliki motif lain seperti motif bunga raflesia, motif burung kuau, motif relung paku, motif rembulan, dan banyak lagi. Dilihat dari motifnya, maka batik besurek dapat dikatakan memiliki karakter dan motif yang khas dan sangat unik dibandingkan Batik lain di Indonesia yang hanya dapat dijumpai di Bengkulu. Sayang jika kita mencoba melacak mengenai asal muasal batik besurek ini, kita akan mengalami kesulitan untuk menemui literatur mengenai sejarah batik besurek. Dan juga disayangkan, karena kurang dilestarikan, jumlah pengrajin batik besurek juga terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu.

Batik Jambi, diantara semua jenis batik khas Sumatera, batik Jambi bisa dikatakan merupakan batik yang paling populer baik di ‘rumah’ sendiri maupun di luar propinsi Jambi. Menurut beberapa literatur, konon sekitar tahun 1857, Batik Jambi dibawa oleh keluarga Haji Muhibat dari Jawa Tengah. Sesuai perkembangan zaman, Batik Jambi telah memiliki kekhasan tersendiri dan dikembangkan oleh keluarga raja-raja Melayu Jambi, dimana setiap kerajaan memiliki motif tersendiri. Sehingga tidaklah mengherankan kalau sekarang tiap kabupaten memiliki motif tersendiri yang menambah keragaman dan keunikan motif batik Jambi. Dimana jika dilihat motifnya, terdapat lebih dari 100 jenis motif batik Jambi, seperti anca, kapal sanggat, duren pecah, sawit, perahu pencalang, karet, nagosari, burung punai, rotan, tampuk manggis, riang-riang, patola, dan lainnya. Beberapa literatur juga menyebutkan, kalau sejak tahun 1928 batik jambi sudah dikenal oleh dunia luar. Diprakarsai oleh Tuan Tassilo Adam, seorang etnolog dan fotografer, yang mengenalkan batik Jambi untuk pertama kali kepada Departemen Etnologi Institut Kolonial di Amsterdam. Pewarnaan batik Jambi diambil dari antara lain, kulit kayu bergetah dan daun jambu, daun mengkudu, serta daun mangga yang direbus dan memanfaatkan kulit kayu jelutung, kulit kayu bulian, kayu lempato, dan kulit kayu merbau, yang didapat dari hutan di Jambi. Untuk mencari Batik Jambi di Propinsi Jambi jauh lebih mudah dibandingkan mencari batik sumatera lainnya di propinsi masing-masing, karena banyaknya pengrajin Batik Jambi dan begitu membudayanya batik jambi di masyarakat Jambi.

Mungkin masih ada motif batik lain di Sumatera yang belum saya ketahui. Akan tetapi dari beberapa motif diatas, ternyata Batik Sumatera juga tidak kalah unik dan cukup eksotis bukan? Sudah menjadi kewajiban kita untuk ikut menjaga dan melestarikan budaya bangsa, apalagi ini budaya yang sudah diakui dunia. Jika anda peduli dan ingin eksotisme batik Sumatera tetap terjaga anda juga dapat membantu melestarikan. Cara yang paling mudah adalah dengan berbagi info mengenai batik sumatera, sedangkan cara lain yang menurut saya lebih efektif adalah dengan membeli produk batik tersebut dan mengajak orang lain untuk membeli produk batik tersebut. Jika bukan anak bangsa yang melestarikan, siapa lagi? Jangan menunggu bangsa lain mengklaim budaya kita bung…

Jumat, 18 Februari 2011

Surat Untuk Kakak

Ketika kakak baca ini mungkin kita sudah terpisah jarak lautan. Kakak diseberang sana mungkin sedang mendidik, mengajar, dan bermain bersama Afif dan Akmal, buah hati kebanggaan kakak. Buah hati yang sangat menyayangi kakak. Sampai-sampai semua masakan pasti kalah rasanya dengan masakan buatan kakak yang katanya paling enak sedunia.

Afif pasti bersyukur punya mama seperti kakak yang bisa mendidik Afif dengan baik, yang membuat Afif berlaku positif, yang membuat Afif tergerak untuk sholat, yang membuat Afif semakin terlihat kecerdasannya. Jarang lho kak anak seusia Afif bisa mengambil inisiatif untuk melakukan sholat.

Akmal pasti bangga punya mama seperti kakak yang diberi kesabaran luar biasa dalam mendidik Akmal. Kakak rela mengenyampingkan ego kakak demi kemajuan perkembangan Akmal. Dan insyaAllah hasilnya tidak akan sia-sia ya kak. Akmal semakin terlihat perkembangannya dan semakin terlihat pintar. Tidak banyak lho kak orang tua yang memiliki kesabaran seperti kakak dalam mendidik anaknya. Mudah-mudahan Akmal bisa cepat sekolah ya kak seperti keinginan kakak.

Kakak, abang pun pasti tidak kalah bangga punya istri seperti kakak. Seorang istri yang punya mental baja dalam menjaga buah hatinya. Disaat orang tua lain menyerah, kakak dengan penuh kesabaran terus berupaya yang terbaik untuk keluarga tercinta. Istri yang tidak banyak menuntut yang membuat suami bekerja dengan ikhlas. Yang menunggu suaminya pulang bekerja dengan setia. Yang mampu menjaga diri ketika suaminya mencari nafkah.

Papa sama mama, jangan ditanya lagi kak bagaimana bangganya mereka dengan kakak. Disaat mama sedang down karena masalah yang dihadapi, kakaklah selama ini yang paling mampu membuat mama tenang. Ya kakak mampu membuat mama tenang dengan tetap mengingat kepada Sang Khaliq. Kakak tidak memihak, dalam menenangkan kakak selalu mengembalikan kepada Yang Maha Kuasa. Papa juga tidak kalah bangganya sama kakak, kakak memang pantas jadi anak tertua karena kakak benar-benar diberi kedewasaan dan ketenangan yang lebih.

Adik-adik kakak jangan ditanya juga bagaimana bangganya dengan kakak. Uni dan aku sungguh sangat beruntung memiliki seorang seperti kakak. Ketika Uni dan aku memiliki masalah, kakak tidak pernah berhenti mensupport, bahkan kakak tidak pernah menjauhkan supportnya sedikitpun kepada kami, dengan support yang benar-benar tidak memihak. Support yang kakak berikan benar-benar tulus dan kakak selalu mengembalikan semua urusan kepada agama tanpa kesan menggurui sedikitpun.

Hari ini usia kakak bertambah satu lagi. Tentu bukan usia yang muda. Semoga dengan bertambahnya usia kakak semakin membuat kakak menjadi orang yang semakin bijak, semakin sayang dan disayang keluarga, semakin dilimpahkan rezekinya, dimudahkan semua urusannya, dijauhkan dari kesulitan, Afif dan Akmal diberi kecerdasan yang mampu membuat bangga orang tuanya, semakin disempurnakan agamanya, semakin harmonis keluarganya, dan semakin banyak hal baik yang datang ke diri kakak.

Selamat Ulang Tahun ke 34 kakak. Kakak yang terhebat seluruh dunia. Pasti. Karena aku hanya punya 1 kakak. Sedangkan yang lainnya adalah Uni... Hehehe...

Senin, 14 Februari 2011

Ikhlas dan Sabar

Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS 16 – 96)

Sahabat, pernahkah anda kehilangan suatu yang anda senangi dan sayangi? Jika pernah, anda pasti akan merasa sangat kehilangan bukan? Tidak mudah memang jika kita kehilangan hal yang kita senangi dan sayangi. Ketika kita mengalami hal tesebut sesungguhnya kesabaran dan keikhlasan kita sedang diuji oleh Sang Pencipta. Ikhlas dan sabar memang sangat mudah untuk diucapkan, akan tetapi sangatlah sulit untuk dijalankan, butuh proses yang cukup lumayan untuk mencapainya.

Mungkin banyak dari kita yang merasa berat ketika kehilangan hal yang spesial, begitu beratnya hingga hari demi hari dilalui dengan kesedihan dan air mata. Dimana di keheningan malam tenggelam dalam doa dan tangis dihadapan-Nya karena menyesal belum bisa menjadi hamba yang cepat ikhlas dan selalu sabar atas segala ketetapan-Nya.

Tidak mudah memang. Sungguh tidaklah mudah. Akan tetapi memang seperti itulah hidup. Tidak semua yang kita ingini bisa kita dapatkan dan tidak semua yang kita benci bisa kita hindari. Kita diharuskan untuk ikhlas dalam menjalani roda kehidupan dan meminta pertolongan kepada Sang Khaliq dengan sabar dan shalat seperti yang tertuang dalam kitab suci. Kita juga dilarang untuk berputus asa atas segala ketetapan seperti yang tertuang dalam surat Yusuf ayat 87.

Butuh proses memang untuk ikhlas dan sabar, tapi yakinlah kalau Allah melihat proses dan juga sejauh mana keinginan dan niat seseorang untuk menjadi ikhlas karena-Nya semata. Yakinlah kalau Allah tak akan pernah lalai dari semua hal termasuk desir hati kita ketika berusaha mengikhlaskan hati dan diri hanya untuk-Nya saja.

Kehilangan itu memang berat sahabat. Berat dan mungkin perih pada awalnya hingga membutuhkan waktu bulanan atau tahunan untuk mengikhlaskan, tapi yakinilah hal itu terjadi sebagai bagian dari proses pendewasaan dan supaya terjadi perubahan positif dalam diri kita. Berusahalah untuk ikhlas dan sabar, karena mungkin itu adalah yang terbaik.

Teruslah untuk bersabar dan terus berusaha untuk ikhlas. Jangan menjadi orang yang lemah dan jangan terlalu larut dalam kesedihan. Memang tidak mudah sahabat. Saya akui itu. Tapi yakinlah kalau Allah tidak tidur dan selalu memberikan yang terbaik kepada hambanya.

Semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang sabar dan ikhlas.

Sabtu, 05 Februari 2011

Tatanan Dunia Baru

“Terdapat semacam konspirasi yang melibatkan perusahaan farmasi kelas atas, dan ini dirancang oleh negara-negara besar”. Dr Siti Fadilah Supari, mantan Menteri Kesehatan

Topik mengenai konspirasi yahudi memang selalu menarik dan seksi untuk disimak. Dan atas dasar itulah saya akhirnya membeli novel Novus Ordo Seclorum karangan Zaynur Ridwan. Seperti telah kita ketahui kalau Novus Ordo Seclorum secara harfiah memiliki Tatanan Dunia Baru, sebuah kata-kata yang berasal dari buku dan pemikiran Adam Weishaupt, seorang yang dapat dikatakan sebagai Bapak Yahudi yang hidup di tahun 1700-an yang juga merupakan pendiri perkumpulan rahasia Order Of Illuminati, sebuah perkumpulan freemason yang bertujuan menguasai dunia. Sesuai yang tertuang dalam Talmud ayat Erubin 43b, Ketika raja Yahudi (Dajjal) datang, semuanya akan menjadi budak Yahudi.

Dimana dalam bukunya Weishaupt menekankan mengenai langkah strategis para iluminati yang diantaranya adalah melakukan perekrutan terhadap aktifis mahasiswa yang potensial yang memiliki bakat dan keturunan unggul untuk dilatih sebagai kader, iluminati harus menguasai para pejabat pemerintah dan beberapa tingkatan dan bila perlu dilakukan dengan cara yang kotor, mereka yang terperangkap dalam jaringan iluminasi akan dijadikan sebagai agen propaganda iluminasi di sejumlah Negara, dan iluminati akan menguasai sejumlah media masa dengan cara memiliki dan mengontrolnya untuk membentuk opini publik.

Buku ini sendiri dibuka dengan kematian misterius Dokter Jane di kandang Babi di Meksiko yang kemudian menyeret anaknya Marie ke dalam daftar pencarian orang oleh Vinod, agen FBI, karena dikhawatirkan membawa virus yang sama yang menyebabkan dokter Jane meninggal. Marie yang melarikan ke Guatemala kemudian menghubungi Bumi, seorang warga negara Indonesia yang kuliah di Mesir untuk membantu memecahkan masalahnya. Bumi kemudian mulai berhasil menerjemahkan satu persatu kode-kode rahasia terkait dengan kematian Dokter Jane. Akan tetapi kemudian misteri berlanjut dengan kematian Sir Goldenberg yang pengusaha asal Inggris di London dan senator David Rabin yang asal Amerika Serikat dengan gejala dan jejak yang sama dengan dokter Jane. Ketiganya meninggalkan Codex Magica diantaranya mulut yang berbentuk huruf O, kulit wajah yang terkelupas, dan sebuah pesan The Best of Karma Be The Masonic.

Kemudian Bumi , Marie, dan Vinod mencoba memecahkan berbagai macam petunjuk dan anagram untuk memecahkan kasus ini yang juga dibantu oleh Aurora Bulan, ibunda bumi, sehingga satu persatu simpul yang membelit kasus ini mulai terbuka dan terpecahkan. Aurora Bulan sendiri dalam novel ini digambarkan sebagai penceramah yang sangat ahli dan mengerti mengenai gerak gerik dan tingkah laku para mason. Dalam ceramahnya Aurora sempat menjelaskan mengenai rencana Yahudi yang ingin membuat Tatanan Dunia Baru yang dirancang secara sistematis dimana mereka adalah penguasanya yang akan menjerat setiap lini kehidupan. Dimana langkahnya diantaranya adalah dengan cara menguasai perusahaan besar, mengontrol media masa, menyebar trend dan merusak pola pikir generasi muda melalui musik dan film, mengganti sistem mata uang dengan kartu kredit yang di desain sedemikian rupa, asal mula dan cerita dibalik barcode yang pada saat ini telah semakin berkembang menjadi RFID (Radio Frequency Identification), peristiwa menara WTC yang ternyata di desain sejak lama, membuat kebijakan manipulatif diantaranya mendukung homoseksual dan aborsi, derajat dan tingkatan para anggota mason, dan program depopulasi manusia melalui program pemerintah semacam KB dan penciptaan virus-virus baru.

Banyak rencana Yahudi yang coba diungkap dalam novel ini yang disampaikan melalui ceramah Aurora Bulan dan cara Bumi memecahkan berbagai anagram. Anda akan dibuat larut dalam dalam berbagai pemecahan kode yang melompat dari kode satu ke kode lain. Akhir dari novel ini yang terkesan menggantung sepertinya memang sengaja disiapkan oleh Zaynur Ridwan untuk diciptakan sekuel dari Novel ini.
Secara umum novel ini cukup menarik dan baik untuk dibaca oleh anda yang ingin mengetahui mengenai novus ordo seclorum dengan bahasa yang lebih ringan dan dalam bentuk cerita.