Jumat, 26 Juni 2026

Api

Kita begitu berhati-hati
terhadap api yang dapat membakar tubuh.
Menjauh saat panasnya terasa.
Menghindar sebelum ia melukai.

Namun sering kali,
tanpa disadari,
kita membiarkan api yang lain
tetap menyala di dalam hati.
Api kemarahan.
Api kebencian.
Api yang tidak terlihat oleh mata,
namun perlahan menghanguskan ketenangan jiwa.

Ia membuat hati lelah.
Membuat pikiran gelisah.
Dan membuat hari-hari yang seharusnya tenang
terasa lebih berat daripada semestinya.

Padahal tidak semua luka
perlu dibawa terus-menerus.
Tidak semua kecewa
harus tinggal begitu lama di dalam hati.

Ada saatnya melepaskan.
Ada saatnya memaafkan.
Ada saatnya memilih tenang,
bukan karena apa yang terjadi tidak menyakitkan,
melainkan karena hati berhak terbebas
dari beban yang terus menyakitinya.

Sebab yang paling menderita
bukan selalu orang yang dibenci,
melainkan hati yang terus memelihara kebencian itu sendiri.

Maka jagalah hatimu.
Rawatlah ia dengan kesabaran,
dengan kelembutan,
dan dengan kebaikan.

Karena jiwa yang damai
jauh lebih berharga
daripada kemenangan apa pun
yang lahir dari amarah.

Tidak ada komentar: