yang pikirannya sering ramai
di malam hari.
Ketika dunia mulai tenang,
dan banyak hal
perlahan berhenti,
tiba-tiba saja
yang telah lama berlalu
datang kembali.
Kenangan yang sempat jauh,
entah bagaimana
menjadi terasa dekat.
Ada percakapan yang teringat,
ada nama-nama yang pernah mengisi hari,
ada kebersamaan yang pernah hadir,
atau keputusan-keputusan
yang dulu pernah dibuat
dengan segala harap dan kecewanya.
Siang hari
segala terlihat baik-baik saja.
Tawa tetap ada,
pekerjaan tetap berjalan,
dan kata-kata terucap
seperti biasanya.
Namun malam
punya caranya sendiri
membuat hati lebih jujur.
Di dalam hening,
kita tak lagi terlalu sibuk
menyembunyikan perasaan.
Dan sering kali,
pikiran mulai berjalan
lebih jauh dari yang seharusnya.
Satu kenangan
mengundang kenangan yang lain.
Satu pertanyaan
melahirkan banyak kemungkinan.
Lalu tanpa sadar,
kita mengulang percakapan yang telah selesai,
memikirkan hal-hal yang tak dapat diubah,
dan mencari jawaban
atas sesuatu yang mungkin
tak pernah benar-benar membutuhkan jawaban.
Dan mungkin,
tidak apa-apa begitu.
Sebab menjadi manusia
adalah juga tentang sesekali
terlalu banyak berpikir.
Namun jangan biarkan
pikiran yang ramai itu
membuatmu lupa beristirahat.
Tak semua hal
harus diselesaikan malam ini.
Tak semua yang belum dipahami
harus segera menemukan arti.
Ada hal-hal
yang hanya membutuhkan waktu.
Ada yang perlahan menjadi ringan
bukan karena terus dipikirkan,
melainkan karena pelan-pelan diterima.
Maka jangan terlalu keras
kepada dirimu sendiri.
Jika malam ini pikiranmu masih ramai,
biarkan ia pelan-pelan tenang.
Karena pada akhirnya,
bahkan malam yang panjang pun
tak pernah lupa
mempersilakan pagi datang.
Dan bersama cahaya yang baru,
selalu ada harapan
yang diam-diam tetap hidup,
serta kesempatan
untuk melanjutkan hari
dengan hati yang lebih lembut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar