terimalah pelan-pelan
rasa yang datang,
meski ia perih dan tak selalu ingin dipahami,
dan jika air mata jatuh,
biarkan ia mengalir sebagai bentuk syukur
yang tak selalu bisa diucapkan
Sebab sedih tidak lebih rendah dari bahagia.
Keduanya datang sebagai titipan.
Dan Yang Maha Mengetahui
apa yang kita butuhkan.
Kita hanya singgah sebentar,
menapaki waktu yang akan kembali pada Pemiliknya,
membawa apa yang sempat dilakukan,
yang terlihat,
dan yang diam-diam disimpan dalam niat.
Tidak semua pemberian berbentuk tawa,
tidak semua kebaikan hadir sebagai kemudahan.
Ada yang datang dalam sunyi,
dalam sesak,
dalam air mata yang tak ingin berhenti
Namun justru dari sana,
hati belajar kembali menyebut nama-Nya
merasa kecil,
merasa butuh,
merasa ingin pulang.
Dan bukankah
yang mendekatkan kita
pada-Nya
adalah anugerah yang paling dalam?
Maka jika hari ini mata masih bisa basah,
barangkali itu tanda,
bahwa hati belum kehilangan arah,
dan masih tahu kemana harus kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar