yang terlihat baik-baik saja
benar-benar sedang baik-baik saja.
Ada yang setiap hari tetap berjalan,
menyelesaikan pekerjaannya,
tersenyum ketika ditanya kabar,
dan tertawa agar orang lain tidak tahu
betapa lelah dirinya.
Padahal di dalam hati,
ada banyak hal yang belum selesai.
Ada luka yang lama disimpan,
kehilangan yang belum sepenuhnya diterima,
harapan yang terlalu tinggi,
dan pertanyaan yang tidak tahu
harus ditujukan kepada siapa.
Ada hari ketika hidup terasa ringan,
tetapi ada pula hari ketika bangun dan
menjalani hari saja sudah membutuhkan keberanian.
Ia pernah ingin berhenti.
Bukan karena tidak ingin hidup,
melainkan karena terlalu lama mencoba kuat sendirian.
Ia ingin mengatakan bahwa dirinya lelah,
namun kata-kata sering berhenti
sebelum sampai kepada siapa pun.
Maka ia memilih diam,
menyibukkan diri,
dan terus berjalan.
Namun setiap malam,
ketika dunia mulai tenang,
ia kembali bertemu dengan dirinya sendiri.
Dengan hati yang masih menyimpan banyak luka,
dengan bagian-bagian diri
yang belum sempat dipeluk dengan baik.
Meski begitu,
ia tetap memilih bangun keesokan harinya.
Masih mencoba.
Masih menata yang berantakan,
sedikit demi sedikit.
Mungkin ia belum tahu
ke mana semua langkah ini akan membawanya.
Namun barangkali tidak apa-apa.
Sebab tidak semua perjalanan
harus segera menemukan tujuan.
Kadang yang paling penting
adalah tetap berjalan,
menyimpan sedikit harapan,
dan percaya bahwa hidup
tidak selamanya akan seberat hari ini.
Sebab suatu hari nanti,
ia mungkin akan menoleh ke belakang dan tersenyum,
bukan karena perjalanan itu mudah,
melainkan karena setelah begitu banyak hal
yang hampir membuatnya menyerah,
ia masih memilih untuk bertahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar