Jumat, 27 Februari 2026

Jumat yang Membuka Pintu

 Jumat tiba

dengan matahari yang terasa lebih lunak,

seakan pagi sengaja menaruh cahaya

hanya separuhnya saja.

 

Ia mengetuk waktuku perlahan,

seperti hendak berkata

bahwa seminggu ini

tak perlu dipahami seluruhnya

cukup diingat bagian

yang membuat kita tetap berjalan.

 

Di lorong-lorong hari

orang-orang melangkah

dengan senyum yang tidak tergesa,

seolah tahu

bahwa sore nanti

akan lebih ramah daripada biasanya.

 

Jumat mengajarkan

bahwa letih dapat larut

pada hal-hal kecil

hembusan angin,

aroma hujan jauh,

atau suara doa

yang tak sengaja terdengar dari rumah sebelah.

 

Dan menjelang senja

aku mengerti,

Jumat bukan akhir pekan,

melainkan pintu kecil

yang membuka harapan

dengan sangat hati-hati.

Tidak ada komentar: