Sabtu datang
tanpa membawa apa-apa,
kecuali sepotong sunyi
yang terasa lebih
hangat
daripada hari-hari
lain.
Ia duduk di samping
pagi
seperti teman lama
yang tak perlu banyak
kata
untuk dimengerti.
Di luar, jalan-jalan
berjalan lebih lambat,
seolah dunia sedang
mencoba
mengingat kembali
cara untuk
beristirahat.
Sabtu mengajariku
bahwa waktu tak selalu
harus diisi
kadang cukup dibiarkan
lewat,
seperti angin
yang tidak meminta apa
pun
kecuali kesempatan
mengusap daun-daun.
Dan ketika malam turun,
aku tahu
Sabtu bukan libur,
melainkan ruang kecil
untuk mendengar diriku
sendiri
tanpa gangguan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar